Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anak Muda Zaman Sekarang

Bagaikan bola lampu yang nyala matinyala mati begitu terus selanjutnya. Mengapa seperti itu? Bisa kita lihat dalam kenyataan berdasarkan ungkapan tersebut. Kalau bola lampu itu nyala menunjukkan bahwa orang tersebut menggebu-gebu untuk mendapatkan sesuatu yang diingankan dengan cara melakukan hal-hal apapun yang termasuk dengan cara yang merugikan orang lain. Begitu juga ketika bola lampu itu mati, terbukti dengan ketika seseorang gagal menggapai sesuatu, orang tersebut akan pesimis, malas melakukan apapun, dan itu terjadi pada anak-anak muda sekarang yang berhubungan dengan cinta.


Berbicara tentang cinta, siapa sih yang tidak tahu tentang cinta? Semua orang pastinya tahu, baik mulai dari anak kecil, remaja, dewasa sampai manula. Cinta itu perasaan yang dimiliki seseorang, yang sangat peka terhadap insan lain. Perasaan apa seperti itu? Perasaan yang tiba-tiba datang sampai menaruh hati pada insan lain, baik perasaan suka, perhatian, menyayangi sampai keinginan untuk memiliki. Itulah cinta.

Kita lihat dalam kehidupan nyata, yang terjadi pada anak-anak muda jaman sekarang yaitu “Galau”. Pasti sudah tidak asing lagi pada telinga kita tentang istilah galau. Apa sih galau itu? Kok bisa seseorang bisa merasakan galau? Mengapa hanya anak-anak muda yang familiar dengan galau? Apakah galau itu menyakiti? Ataukah galau itu menyenangkan? Banyak orang memiliki persepsi masing-masing dengan istilah ini.

Galau????? Berbicara tentang galau, galau itu perasaan seseorang yang pusing atau bahkan bingung memikirkan sesuatu hal yang tidak bisa dimiliki, tidak bisa digapai, tidak bisa mengatasi suatu masalah, tidak bisa melakukan apapun yang orang lain bisa lakukan, pusing dengan nilai jelek, sakit hati ditolak seseorang atau dikecewakan, masih banyak lagi persepsi tentang istilah galau. Sebenarnya galau itu hanya perasaan yang dibuat-buat oleh diri sendiri, dan parahnya itu yang membuat sugesti negatif bagi diri seseorang. Walaupun kita merasakan hal seperti itu, seharusnya tidak perlu dibuat bingung. Mengapa? Karena dengan masalah ataupun kekecewaan yang dihadapi, sebenarnya kita mampu mengatasinya tetapi kita kalah dengan perasaan takut tidak bisa mengatasi masalah tersebut. Simple saja, ketika kita menghadapi suatu masalah misalkan ditolak seseorang yang benar-benar kita cintai. Kebanyakan pastinya akan down, frustasi bahkan menangis semalaman suntuk hanya untuk meratapi masalah ini. 

Tidak sulit untuk menghindari galau, cukup dengan kita berfikir positif, mensugesti diri sendiri dengan hal-hal yang positif, hal-hal yang bisa mencerahkan pikiran kita. Jika kita kembali lagi pada masalah galau ditolak cinta dari seseorang, kita kembali lagi pada diri sendiri, bercermin pada diri sendiri. Sudah baikkah kita, apakah kita pantas untuk orang yang spesial yang kita cintai ataukah itu hanya perasaan kagum saja atau mungkin bagi seseorang yang kita cintai kita hanya benalu yang selalu mengganggu? Itu yang harus kita intropeksikan pada diri kita sendiri.

Banyak sekali akun sosial media (internet) yang merajalela di kalangan anak muda, dan bagi anak muda jaman sekarang yang tidak memiliki beberapa akun sosial media tersebut dianggap sebagai anak gaptek (gagap teknologi), kampungan, tidak gaul dan ketinggalan jaman. Makanya, banyak anak-anak muda jaman sekarang berlomba-lomba untuk memiliki akun sosial media yang justru itu berpengaruh pada kehidupannya.

Dikatakan berpengaruh karena dengan adanya akun sosial media anak muda jaman sekarang mencurahkan semua isi hatinya, apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan dan apa yang sedang terjadi dengan menuliskan status atau update terbaru. Dengan maksud melegakan perasaan dan orang-orang tahu dengan apa yang dirasakan oleh orang yang menulis status atau update terbaru tersebut.

Ada baik buruk dengan adanya akun media sosial yang sudah merajalela di kalangan anak muda. Semuanya tergantung orang yang menggunakannya. Kalau orang tersebut bisa memanfaatkan dengan baik pastinya mendapatkan hal-hal yang positif dari adanya akun sosial media tetapi kebalikannya bila salah dalam menggunakannya akan merugikan dirinya sendiri.

Intinya berfikir positif dalam melakukan segala hal. Jika apa yang kita lakukan itu orang lain tidak menyukainya, tantangan kita adalah bagaimana caranya kita untuk melakukan sesuatu sebagai pembuktian bahwa kita adalah yang terbaik. Tanamkan pada pikiran kita bahwa kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik yang akan membuat orang-orang bangga dengan kemampuan kita. Semoga kita menjadi orang yang terbaik diantara orang-orang yang baik. 

Percayalah pada kelebihan pada diri kita yang telah diberikan Tuhan akan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Positive thinking. Do the best, you can get the best!

Post a Comment for "Anak Muda Zaman Sekarang"